7 Cara Minta Maaf Yang Tidak Dapat Dipercaya
Saat pasangan melaksanakan kesalahan kemudian Kamu murka sebab hal itu, biasanya Dia akan meminta maaf. Dia berharap Kamu sanggup memaafkan kesalahan Dia. Sayangnya hati Kamu yang sudah jengkel, dicampur dengan rasa cinta, takut kehilangan, kesal, benci, dll yang berkumpul jadi satu kadang membuat Kamu sulit untuk berpikir jernih. Kadang cara Dia minta maaf tidak terlihat serius tapi Kamu justru merasa yakin dan dengan gampang memaafkan begitu saja. Sebaliknya, Dia yang benar-benar menyesal dan dengan serius juga nrimo meminta maaf Kamu justru mengabaikannya.Memang hal itu wajar, sebab semua itu tergantung dari perasaan Kamu ke Dia, seberapa besar cinta Kamu, atau sepenting apa Dia dalam hidup Kamu. Bahkan bukan hanya itu, jenis kesalahan yang Dia lakukan juga besar lengan berkuasa besar.
Berkaitan dengan kesalahan dan minta maaf, ada beberapa cara minta maaf dari si Dia yang tidak pantas dipercaya. Agar tidak salah dalam ambil keputusan, baca eksklusif cara-cara minta maaf yang tidak pantas Kamu percaya.
1. Dia memperlihatkan suatu ancaman jikalau Kamu tidak memaafkan dirinya. Misalnya saja akan menyakiti diri sendiri, akan pergi, atau yang lebih mengerikan mengancam akan menyakiti Kamu. Jika cara meminta maaf Dia ibarat ini, terperinci tidak sanggup dipercaya. Dia intinya tidak ingin mengakui kesalahannya. Yang Dia inginkan, Kamu tidak akan lagi mempermasalahkan kesalahan itu meskipun sanggup saja Dia akan mengulangi lagi. Contohnya "Lebih baik Aku mati jikalau Kamu tidak mau memaafkan Aku", "Lebih baik Aku pergi jikalau Aku tidak mendapat maaf dari Kamu", atau yang mengerikan "Ok, Kamu tidak mau memaafkan Aku. Jangan harap mendapat belas kasihan lagi dari Aku"
2. Dia minta maaf tapi justru memposisikan diri sebagai korban. Biasanya ini menyangkut perselingkuhan. Dia justru menuduh selingkuhannya sebagai pelaku, perayu, atau sebagai pengendali atas perselingkuhan itu dan Dia tidak punya kuasa untuk menolaknya. "Sayang, Dia itu yang selalu mengejarku. Aku tidak tahu lagi cara menghindarinya", "Dia itu berbahaya, kalau Aku menolak niscaya Dia akan menghancurkan hidup Aku", atau yang sederhana "Aku hutang akal juga uang sama Dia, kalau Aku tidak melaksanakan ini saya harus membalas dengan apa?"
3. Dia tidak tahu kenapa harus meminta maaf. Intinya Dia hanya menyatakan minta maaf dan tidak ada hal lain lagi ihwal kesalahan terkait yang dibahas. Bagaimana sanggup dipercaya jikalau kesalahan sendiri saja Dia tidak tahu. Dia hanya melihat Kamu murka dan berusaha meminta maaf tanpa tahu pemicu kemarahan kau yang sebenarnya.
4. Apa yang Dia janjikan ternyata tidak sesuai dengan buktinya. Untuk hal ini hanya sanggup diketahui ketika Kamu sudah memaafkannya. Biasanya ketika Dia minta maaf akan memberi kesepakatan akan merubah keadaan jadi lebih baik. Tapi dalam waktu bersahabat saja, Dia tidak ada upaya untuk melaksanakan perbaikan. Ketika Kamu terkesan lupa dengan kesepakatan itu, Dia benar-benar tidak pernah melakukannya.
5. Meminta maaf yang berlebihan. Dia berusaha memperlihatkan kalau Dia menyesal ketika itu. Berlutut, memeluk, atau bahkan hingga menangis juga melaksanakan perbuatan nekad dan kadang dilihat banyak Orang. Itu dilakukan dengan tujuan semoga Kamu secepat mungkin memaafkan Dia. Terlihat nrimo memang, tapi itu tetap tidak sanggup dipercaya jikalau setelahnya ia tidak berusaha berubah dan memperbaiki kesalahannya.
6. Dia minta maaf tapi setelahnya berusaha membuat Kamu lupa dengan kesalahan Dia. Dia akan mengalihkan perhatian Kamu dengan sesuatu yang menyenangkan untuk Kamu. Tindakan cinta, hadiah, atau hal lain yang sanggup membuat Kamu lupa akan kesalahannya. Padahal jikalau benar-benar tulus, Dia akan berusaha membuat Kamu memaafkan Dia baik dari ucapan maupun dari hati terdalam.
7. Minta maaf dan membela diri dengan mengungkit kesalahan sama yang pernah Kamu lakukan. Ini tidak sanggup dipercaya bahkan sanggup membuat kesalahan gres dimana kesalahan itu pernah juga Kamu lakukan dulu. "Alah, Kamu juga dulu pernah begitu. Maafin Aku dong, Kamu dulu juga Aku maafin" atau yang lebih halus "Sayang, maafin Aku ya. Dulu Kamu juga begitu jadi anggap saja Kita sudah impas. Aku tidak akan mengulangi lagi".
Permintaan maaf yang sanggup dipercaya hanya ketika ada bukti konkret dan perubahan baik. Berani mengakui pada Istri, Suami, Pacar, dsb ihwal kesalahan yang sudah dilakukan. Jika masih dengan cara yang ada diatas, benar-benar sulit untuk dipercaya.
Comments
Post a Comment